Video Populer

Obat AIDS berhasil ditemukan, HIV pada binatang hidup bisa hilang total.

www.pexels.com Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan geja...

Obat AIDS berhasil ditemukan, HIV pada binatang hidup bisa hilang total.

www.pexels.com


Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus. Selama ini kita semua tahu bahwa HIV AIDS tidak ada obatnya. Tetapi kita bisa mencegah agar tidak terjangkit atau tertular.

Memang mengerikan, terlebih kita tahu bahwa itu belum ada obatnya. Tetapi baru baru ini ilmuwan di Amerika Serikat melakukan penelitian dan menghasilkan penemuan besar untuk pengobatan HIV AIDS.

Dr. Kamel khalili PhD memperoleh hibah lima tahun, sebanyak  $ 8,34 juta dari National Institute of Mental Health (NIMH) untuk menciptakan Pusat Komputasi NeuroAIDS Komprehensif di School of Medicine.
news.temple.edu

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Kamel Khalili dari Temple University dan tim ini memanfaatkan teknologi rekayasa gen untuk memisahkan DNA dari strain HIV-1 dari beberapa organ yang terinfeksi. Dalam hal ini, tim melakukan percobaan pada tikus.
Para peneliti AS membuat terobosan penelitian dan berhasil menghapus virus HIV dengan cara penghapusan DNA HIV dari sel manusia yang ditanamkan ke tikus.

Baca juga : Miliki jantung sehat dengan cara-cara ini

Prof. Dr. Kamel Khalili PhD, pemimpin dari Department of Neuroscience di Universitas Temple, mengatakan:

“RNA akan memburu genom virus. Enzim dari DNA yang telah di-edit atau dimanipulasi akan mengambil alih, dan akhirnya berhasil memberantas virus HIV-1”.

“Kemudian sel-sel yang telah terbebas dari virus HIV itu akan mulai memperbaiki dirinya sendiri menjadi sel-sel yang normal kembali”, lanjut Dr. Kamel.

Penemuan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penyembuhan penyakit akibat virus HIV, karena ini adalah untuk pertama kalinya ilmuwan berhasil menghilangkan virus secara total dan sepenuhnya.


Dr. Wenhui Hu, pemimpin penelitian di Lewis Katz School of Medicine – Temple University (pict: medicine.temple.edu)
Dr. Wenhui Hu adalah pemimpin penelitian yang dilakukan di Lewis Katz School of Medicine – Temple University
medicine.temple.edu

Sementara itu, Dr. Wenhui Hu, yang memimpin penelitian di Lewis Katz School of Medicine di Temple University (Sekolah Kedokteran Lewis Katz), berkata:

“Studi baru kita lebih komprehensif. Kita telah mengkonfirmasi data dari penelitian sebelumnya dan telah membuat perbaikan dengan merubahnya menjadi strategi editing gen yang lebih efisien. “

“Kami juga menunjukkan bahwa strategi ini ampuh diterapkan pada dua model tambahan tikus, salah satunya mewakili infeksi akut pada sel tikus, sedangkan tikus lain mewakili infeksi kronis atau laten pada sel manusia.”

Teknik editing DNA, bernama CRISPR / Cas9, yang bekerja seperti versi biologi dari fungsi  “find and replace” pada program pengolah kata di komputer.

Virus HIV / AIDS memang susah dihilangkan

Baca juga : Kesurupan, menurut ilmu kedokteran adalah "penyakit"

Salah satu kelebihan dari virus HIV atau AIDS yang belum bisa dipecahkan adalah kemampuan mereka untuk melakukan adaptasi atau bermutasi untuk memperbaiki kelemahannya jika diserang obat.

Bahkan terkadang virus dapat menyembunyikan diri dan tak dapat terdetaksi. Oleh karenanya selama ini para peneliti kebingungan bagaimana membuat obat anti-HIV yang ampuh.

Jika seorang terkena HIV, peneliti akan mencoba untuk membuat obatnya. Maka virus akan terbunuh, sang pasien akan kembali sehat, namun sebenarnya virus-virus itu tidak hikang secara total di dalam tubuh sang pasien.

Virus-virus yang tak dapat mati oleh obat tersebut, kemudian akan beradaptasi, lalu bermutasi menjadi virus HIV varian baru, secara natural! Setelah itu, virus menjadi banyak kembali, maka obat yang telah digunakan tadi tidak bisa lagi mengenali virus HIV yang sudah bermutasi  itu.


Maka peneliti akan mencari cara lain untuk dapat menemukan obat lainnya yang berbeda untuk dapat mematikan virus yang sebenarnya dari turunan yang sama! Begitulah seterusnya, karena belum ada obat yang dapat membunuh secara total.

Baca juga : Manfaat minum teh yang harus kamu tahu

Oleh sebabnya, peneliti menggunakan cara lain yang radikal, yaitu mengubah gen dengan menggunakan teknik editing gen. Dan ternyata dengan cara yang “gila” ini, para peneliti berhasil membunuh semua sel virus secara total dan permanen.

Pada sensus terakhir, penderita AIDS yang disebabkan oleh virus HIV-1 di dunia berjumlah lebih dari 33 juta orang. Di Amerika Serikat saja, sebanyak lebih dari satu juta orang membawa virus HIV, dan setiap tahun muncul kasus HIV sekitar 50.000 orang.

Diharapkan, penelitian dan penemuan baru yang “gila” dengan cara meng-edit gen ini sebagai tanda dari suatu langkah besar untuk penyembuhan permanen bagi penderita penyakit yang disebabkan oleh virus HIV pada manusia. Dan diharapkan, penemuan ini tak sebatas “menghajar” virus HIV secara total, namun  juga virus-virus berbahaya lainnya dikemudian hari!



Sumber :  IndoCropCircles.com , news.temple.edu

No comments:

Post a Comment

Populer