Video Populer

Obat AIDS berhasil ditemukan, HIV pada binatang hidup bisa hilang total.

www.pexels.com Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan geja...

Masa kesil dan kisah tersembunya Pak Jokowi.


Asal-usul Presiden Joko Widodo jadi perbincangan akhir-akhir ini. Ada banyak versi. Sebagian berupa tudingan, sebagian bantahan. Tulisan di bawah ini menguak masa kecil orang nomor satu di RI berdasarkan cerita teman sepermainan dan mantan pengasuh Jokowi.

Bandi (62) ingat betul kondisi Kali Pepe di tahun 1960-an. Airnya jernih, arusnya tak terlalu deras. Tentu saja, sungai yang berada di dekat Pasar Gilingan ini jadi tempat sempurna untuk bermain. Khususnya bagi anak-anak sekitar.

Bandi mengaku umurnya lebih tua 7 tahun dibanding Jokowi. Perbedaan usia tak membuat keduanya berkarib. Kali Pepe adalah salah satu perekat pertemanan tersebut. Biasanya, setelah berenang dan main gedebok pisang, Bandi dan Jokowi, mengambil telur bebek yang tertinggal di sungai. "Bebek itu dulu kan liar, dilepasin dari kandang, sore pulang. Ya, namanya anak kecil, ada telur, ya, diambil, ha-ha-ha…," ucap Bandi mengenang masa kecil Jokowi bersama dirinya.



Menurut Bandi, Jokowi kecil senang membuat terowongan dari tanah dan naik sepeda. Namun ada satu kesukaan anak-anak yang tak pernah bisa dilakukan Jokowi.

"Coba saja suruh naikin layangan, pasti enggak bisa. Taruhan sama saya," ujar Bandi sambil tertawa.

Bandi menambahkan, Jokowi kecil merupakan pribadi pendiam, tidak suka membaur bila ada kerumunan orang. Ia memilih pulang ke rumah dan istirahat.

"Jadi dia (Jokowi) itu tidak senang sama suara bising. 'Wah, ramai nih,' lalu masuk rumah," tutur Bandi.

Bandi dan Jokowi bersahabat setelah Wijiatno Notomiharjo-Sujiatmi, ayah dan ibu kandung Jokowi, pindah ke Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, pada 1962. Waktu itu Jokowi baru berumur 1 tahun. Sebelumnya, keluarga Jokowi tinggal di Srambatan, Banjarsari. Tempat tinggal kedua Jokowi dan Bandi kebetulan gandeng, sehingga hubungan di antara kedua keluarga itu seperti saudara. 

Jokowi yang pendiam saat masih kecil juga dituturkan Mbok Yem, yang mengasuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu dari belajar merangkak hingga sekolah taman kanak-kanak.

"Sering dikasih kaleng sendok pasir, anteng. Main saja begitu. Manut banget. Enggak pernah nakal dan enggak rewel sama sekali," katanya ketika ditemui detikX rumahnya, Dukuh Demen, Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah.


"Dia (Jokowi) itu susah makan. Beli saja, tidak dimakan," tambah Mbok Yem.

Kembali ke sosok Bandi. Ia bercerita suatu hari menjemput tamu di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Tiba-tiba ia didekati oleh Jokowi yang saat itu menjadi Gubernur DKI dan baru tiba dari Jakarta. Jokowi menyapa.

"Lo, Pakde, kok di sini? Dia (Jokowi) merangkul saya. Orang-orang pada heran. Dia ngomong, 'Bagaimana kabarnya? Sehat apa enggak anak-anak?'," kata Bandi bahagia karena temannya bermain di Kali Pepe itu masih mengingat dirinya.

Sumber: detik.com




No comments:

Post a Comment

Populer